Cerpen

Cerpen 

Aku melihatnya

       Tanpa nenek itu mungkin aku sudah tertangkap di depan warteg tadi,seorang nenek melindungiku dari suruhan pak Budi,seorang yang kaya raya di kota ini,yang tidak mau mengakui kesalahannya.Dan hukum di kota ini sangatlah di tegakkan,sehingga tidak memandang orang kaya atau pun orang miskin.Orang suruhan pak Budi itu mengejarku karena beberapa hari yang lalu aku melihat mobil milik pak Budi yang di kendarai oleh dirinya sendiri yaitu pak Budi menabrak seorang anak sekolah yang hingga sekarang ini anak sekolah tersebut belum sadarkan diri di Rumah Sakit .Mobil yang telah menabrak seorang anak itu langsung melarikan diri.Dan pada saat kejadian hanya aku yang melihat peristiwa itu.Dan hingga sekarang pak polisi masih memburu pelaku yang menabrak anak itu.Dan mencari saksi guna menyelesaikan sedikit demi sedikit kasus ini, dan akulah saksinya.Pak Budi mencoba menangkapku agar aku tidak melaporkan dan memberi keterangan pada polisi apa yang aku lihat.

       Namaku Dinda,aku adalah seorang pengamen jalanan.sehari-hari aku habiskan waktu di jalanan untuk mencari uang.Mencari uang untuk bertahan hidup di kota besar ini.Pada pagi hari ini aku memulai rutinitas ku yaitu mengamen,aku mengamen di perempatan lampu merah.Sedikit demi sedikit uang ku kumpulkan.Pagi ini aku belum sarapan dan uang yang aku dapatkan dari ngamen di pagi hari ini langsung aku belikan makan untuk sarapan ku.Aku pergi ke warteg,ketika aku sedang menunggu makan jadi tiba-tiba aku melihat seorang nenek yang sepertinya sedang mencari suatu alamat.Seorang nenek yang sudah tua dan hampir semua rambutnya mulai memutih.
       Langsung saja aku menghampiri nenek itu yang berada di seberang jalan.”nek,sepertinya nenek sedang mencari suatu alamat ?”.Tanyaku pada nenek itu.”Ia naknenek sedang mencari alamat rumah anak nenek yang berada di jalan tabah raya no.15 itu ada di mana ya nak ? ”. Jawab sekaligus  tanya nenek padaku.”dari sini nenek jalan lurus lalu belok ke kiri,nanti rumah nya ada di sebelah kanan jalan,sepertinya nenek belum sarapan ,ayo nek sarapan dengan saya”ajak ku pada nenek.”tetapi uang nenek habis tadi di jalan nak di pakai untuk ongkos metro mini”.”tenang saja nek,saya yang akan bayar nek”.kata ku.

       Setelah selesai sarapan aku berniat untuk mengantarkan nenek itu ke rumah anaknya berdasarkan alamat yang di bawa oleh nenek itu.tiba-tiba ada 3 orang berbadan besar dan berdandanan ala preman,yang berlari ke arahku dan berusaha menangkapku.Tetapi nenek melindungiku dari orang-orang itu.bukan pertama kalinya aku di kejar oleh orang itu sejak kejadian itu.Tetapi orang-orang itu tidak menghiraukan nenek yang berusaha melindungiku,dan akupun ditangkap oleh orang-orang itu.Salah seorang dari mereka menelpon bos nya untuk segera datang.
Tidak lama kemudian,bos mereka pun datang,dan benar saja bos mereka tidak lain adlah pak Budi.Ketika pak Budi menghampiriku  ia pun menatap nenek yang tadi ku tolong.tiba-tiba pak Budi menyalami nenek itu dan ternyata nenek itu adalah ibu nya pak Budi yang baru datang dari kampung untuk menemui anaknya yaitu pak Budi.Seketika nenek itu bertanya pada ku”apa yang sebenarnya terjadi nak ?”.Aku pun langsung menceritakan semuanya yang telah terjadi.”apa benar itu budi ?”.tanya nenek itu sambil menatap pak Budi.”Ibu pikir kamu masih anak ibu yang ibu kenal,tetapi... ”.Nenek tidak melanjutkan perkataanya.”ini tidak seperti yang ibu dengar bu”.kata pak Budi.Nenek itu langsung berbicara lagi.”sebaiknya kamu menyerahkan pada polisi dan tidak mengganggu anak ini lagi.Yang salah itu harus di hukum dan kebenaran itu harus di tegakkan.Ibu kecewa pada mu Bud”.

Komentar

  1. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  2. Bawa aku ke jalan tabah raya dong:( biar aku lbih tabah menghadapi ujian hidup ahahahah:v
    Ceritanyaa kereen, baguss👍👍

    BalasHapus
  3. Bagus.. Dinda teh cowo kan?? wkwk

    BalasHapus
  4. walau aku gak tau Dinda cowo atau cewe tapi ceritanya menarik dan keren

    BalasHapus
  5. Menarik nih ceritanya, hanya saja penggunaan spasinya di perhatikan lagi bosque.. Good work Mas , Eh

    BalasHapus

Posting Komentar